Home > Introduction of Planning > Perlunya Perencanaan Tata Ruang

Perlunya Perencanaan Tata Ruang

Mengapa diperlukan perencanaan kota, wilayah, atau desa, bahkan kampung?

Karena, setiap menentukan langkah dalam suatu pembangunan, diperlukan rencana yang matang agar menguntungkan di segala aspek dan berkelanjutan. Apabila salah langkah, tentunya akan berpengaruh besar, bukan? Tujuan kami dalam merencanakan suatu kota atau desa adalah untuk menyejahterakan masyarakat, menyamankan masyarakat untuk tinggal dan berkegiatan di kota/desa tersebut, dan agar kota/desa tersebut berkelanjutan. Apa itu berkelanjutan? Well, Anda akan sering mendengar kata-kata ini di dunia perencanaan. Kota yang berkelanjutan atau sustainable city adalah kota yang dapat ditinggali dan dimanfaatkan sumber daya nya oleh masyarakat hingga turun temurun, itu adalah pengertian simple nya.

Lalu, bagaimana ketika rencana kami telah berhasil sepenuhnya, atau tujuan kami telah tercapai? Masihkah kami diperlukan? Tentu saja. Kota tidak akan stabil, baik penduduknya, ekonominya, ataupun infrastrukturnya. Jikapun tujuan kami dapat tercapai, kota akan selalu tumbuh dan berubah-ubah, dan rencana baru pun diperlukan. Itulah mengapa RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) harus diperbarui 5 tahun sekali, belum lagi dengan revisinya. Lagipula, tugas perencana bukan hanya merencanakan dokumen sebagai basis pembangunan. Kami juga mengawasi dari penerapan rencana itu sendiri.

Mengapa harus planner lulusan planolog yang merencanakannya? Bukan politisi, atau bahkan artis? Bukankah merencanakan kota seperti main The Sims City? Tidak semudah itu. Kami mempelajari segala sesuatu dengan menyeluruh, kompleks, dan berkesinambungan. Kami para planners, tidak pernah berpikir hanya dari satu sisi. Kami para planners, mementingkan kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan golongan masyarakat tertentu. Sehingga dalam perencanaan dan pengembangan pembangunan di suatu daerah, misalnya kota, memerlukan perencana yang dapat memikirkan dalam konteks makro, dan berkelanjutan tentunya. Kami didorong untuk berpikir seperti itu.

Mungkin di benak anda bertanya, apa yang telah kami lakukan sehingga kami bisa dianggap sepenting itu? Sebenarnya, hampir semua pembangunan ada bagian yang kami geluti. Ada beberapa rencana kami yang ditetapkan menjadi kebijakan, ada pula yang tidak. Dalam blog ini akan dijelaskan secara umum mengenai hal-hal apa saja yang dapat dan apa saja yang telah dilakukan oleh para planners.

Mengapa kebanyakan wilayah dan kota di Indonesia terkesan tumbuh tanpa perencanaan yang baik?

Perencanaan disusun untuk menyediakan ruang yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan aktivitasnya. Ruang adalah sesuatu yang memiliki luas yang tetap sedangkan masyarakat itu dinamis dan terus mengalami pertumbuhan. Kebanyakan wilayah/kota di Indonesia mengalami kegagalan dalam menata ruangnya, karena gagal mengontrol pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk mengakibatkan pertambahan rumah, infrastruktur, fasilitas umum dan sosial, padahal luas ruang yang tersedia tetap. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan ruang yang ada agar tetap nyaman beraktivitas, pertumbuhan masyarakat ini harus dikontrol.

Lemahnya basis data yang tersedia untuk melakukan perencanaan di Indonesia merupakan salah satu penyebab kebanyakan wilayah dan kota di Indonesia terkesan tumbuh tanpa perencaan. Lemah dalam hal ini berarti minimnya ketersediaan dan kurang validnya data – data yang ada. Dalam menyusun suatu rencana tata ruang, salah satu metode analisis yang digunakan adalah analisis stastistik. Diperlukan data-data yang akurat tentang kondisi suatu daerah  sehingga analisis yang dihasilkan tepat. Apabila data yang digunakan tidak akurat, maka bisa dipastikan tujuan perencanaan kota/wilayah tersebut tidak akan tercapai pada waktu yang direncanakan.

Selain karena minimnya data, Mahbub ul Haq (1983), menyatakan hal yang menyebabkan gagalnya perencanaan adalah ketika para perencana pembangunan terlalu percaya akan angka statistik. Analisis statistik hanya salah satu metode untuk menyusun suatu rencana pembangunan wilayah. Analisis ini harus didukung dengan kondisi spasial, isu-isu dan persoalan nyata masyarakat miskin sehari-hari. Masyarakat butuh program nyata, sebagai hasil terjemahan angka-angka statistik makro tersebut. Analisis statistik yang dilengkapi dengan kondisi spasial dan persoalan nyata akan menjadi dasar yang tepat bagi perencana untuk menyusun rencana pengembangan daerah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang telah disusun berdasarkan data statistik yang akurat dan kondisi nyata di masyarakat biasanya tidak diimplementasikan sepenuhnya dalam proses pengembangan wilayah. Terkadang lobi-lobi politik menghalangi implementasi RTRW. Di saat planner menyusun suatu RTRW, pihak politiklah yang kemudian mengesahkan RTRW tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kesamaan suhu antara perencana dan pihak politik sehingga RTRW yang telah direncanakan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bukti kegagalan rencana tata ruang dalam menjaga dan melindungi fungsi ekosistem lingkungan adalah terjadinya bencana alam, seperti banjir, longsor, rob dan kerusakan lingkungan lainnya. Bencana banjir yang terjadi di kota-kota besar (seperti Bandung dan Jakarta) menjadi bukti nyata rencana tata ruang gagal diwujudkan. Ketika hujan deras mengguyur selama lebih dari satu jam, genangan di jalan raya Jakarta dan Bandung bermunculan, sehingga menyebabkan meningkatnya persentase jalan raya yang rusak dan kemacetan lalu lintas. Terjadinya bencana alam seperti hal di atas, bisa dicegah melalui penataan ruang yang memperhatikan kesejahteraan masyarakat, kondisi dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Sumber :

Slide Kuliah Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITB

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: